BIMBINGAN TEKNIS PETUGAS PENGELOLA PASAR DAN PELATIHAN FASILITATOR PASAR
22 Mei 2022 10:53
Berita Aktual

Berbagai produk pangan, baik pangan segar maupun pangan olahan dengan mudah kita jumpai di pasar rakyat. Kurangnya pengendalian dan pengawasan yang dilakukan menyebabkan masih banyaknya temuan pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, kuning metanil (methanil yellow) dan rhodamin B di pasar rakyat. Keberadaan pangan yang mengandung bahan berbahaya tersebut tentunya sangat tidak diinginkan karena dapat mengganggu kesehatan konsumen.

Melanjutkan rangkaian program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tahun 2022 di Pasar Aviari – Batu Aji Kota Batam, pada tanggal 19-20 Mei 2022 Balai POM di Batam melaksanakan kegiatan bimbingan teknis kepada petugas pengelola pasar sekaligus pelatihan fasilitator pasar.

Kegiatan ini diikuti oleh 2 orang petugas pengelola pasar dan 7 Orang fasilitator pasar berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau (2 orang), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam (2 orang), Dinas Kesehatan Kota Batam (2 orang) dan Dinas Perikanan Kota Batam (1 orang).

Melalui kegiatan ini diharapkan petugas pengelola pasar mampu melakukan pengawasan terhadap bahan berbahaya, bahan pangan maupun produk pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya serta meningkatkan partisipasi pengelola pasar dalam menerapkan cara peredaran pangan olahan yang baik di pasar rakyat. Sedangkan fasilitator pasar yang telah dilatih diharapkan dapat melakukan sosialisasi keamanan pangan terutama mengenai cara mengenali pangan yang aman dan menghindari pangan yang mengandung bahan berbahaya kepada masyarakat luas.

Dalam kegiatan ini sekaligus dilakukan sampling dan pengujian tahap I terhadap 26 sampel yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, kuning metanil (methanil yellow) dan rhodamin B. Pengujian menggunakan rapid tes kit didapatkan hasil 1 sampel dicurigai mengandung bahan berbahaya boraks yaitu kerupuk beras kemasan tanpa ijin edar dan 25 sampel tidak ditemukan bahan berbahaya. Terhadap 1 sampel tersebut selanjutnya akan diuji di laboratorium Balai POM di Batam. Diharapkan petugas pengelola pasar dapat melakukan pembinaan kepada pedagang terkait untuk tidak lagi menjual produk tersebut dan selalu lakukan cek KLIK sebelum membeli produk pangan olahan terkemas.