Beauty from Within: Benarkah Suplemen Kesehatan Bisa Membuat Kulit Lebih Sehat?

07-10-2026 Umum Dilihat 146 kali

Kulit glowing sering dianggap sebagai tanda kulit sehat. Tidak heran jika berbagai produk kecantikan menawarkan manfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Namun, kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh perawatan dari luar. Asupan nutrisi, kualitas tidur, aktivitas fisik, perlindungan dari sinar matahari, dan gaya hidup juga berperan. Bahkan sebagian orang membutuhkan asupan suplemen kesehatan. Inilah yang sering disebut sebagai konsep beauty from within.

Yang perlu dipahami, kulit glowing tidak selalu berarti kulit lebih putih. Kulit yang sehat lebih berkaitan dengan kelembapan, elastisitas, tekstur, dan skin barrier yang terjaga.

Kandungan yang Banyak Diteliti untuk Kesehatan Kulit

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan kolagen. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Namun, mengonsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi tidak otomatis membuat kulit semakin glowing. Kebutuhan tetap perlu disesuaikan dengan asupan dan kondisi tubuh.

Vitamin E juga dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin E dapat diperoleh dari berbagai makanan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati. Namun, konsumsi suplemen vitamin E dalam dosis tinggi tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat meningkatkan risiko efek yang tidak diinginkan.

Astaxanthin merupakan karotenoid yang banyak diteliti karena aktivitas antioksidannya. Tinjauan sistematis terhadap 11 penelitian menemukan bahwa konsumsi astaxanthin berpotensi meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit. Namun, penelitian tersebut belum menunjukkan penurunan kerutan yang signifikan, dan sebagian besar penelitian masih melibatkan jumlah peserta yang relatif kecil.

Kolagen menjadi salah satu kandungan yang paling populer dalam suplemen untuk kulit. Meta-analisis terhadap 26 uji klinis dengan 1.721 peserta menunjukkan bahwa konsumsi kolagen terhidrolisis secara signifikan dapat meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit dibandingkan plasebo. Meski demikian, hasil penelitian juga menunjukkan adanya keterbatasan, sehingga kolagen tidak dapat dianggap sebagai “pil anti-aging” yang bekerja sama pada setiap orang.

Ceramide merupakan komponen penting dalam skin barrier yang membantu mempertahankan kelembapan kulit. Meta-analisis terhadap uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi kolagen maupun ceramide dapat meningkatkan hidrasi kulit dan membantu menurunkan transepidermal water loss atau kehilangan air melalui kulit.

Sementara itu, glutathione sering dikaitkan dengan kulit lebih cerah karena perannya dalam proses pembentukan melanin. Tinjauan sistematis yang terbit pada 2025 menemukan bahwa beberapa penelitian konsumsi glutathione menunjukkan penurunan indeks melanin. Namun, kualitas bukti masih bervariasi dan efeknya belum cukup kuat untuk menyebut glutathione sebagai “pil pemutih kulit”.

Jadi, Perlukah Mengonsumsi Suplemen?

Belum tentu. Pola makan bergizi seimbang tetap menjadi sumber utama berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Suplemen dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan tertentu belum tercukupi atau berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.

Jika ingin membeli suplemen kesehatan, jangan hanya tergiur klaim seperti “glowing”, “anti-aging”, atau “beauty from within”. Jadilah konsumen cerdas dengan melakukan Cek KLIK: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Nomor Izin Edar juga dapat diperiksa melalui laman resmi Cek BPOM.

Pada akhirnya, beauty from within bukan tentang mencari satu pil yang dapat melakukan semuanya. Kulit sehat merupakan hasil dari perawatan yang menyeluruh: nutrisi yang cukup, hidrasi, tidur berkualitas, aktivitas fisik, perlindungan dari sinar matahari, perawatan kulit yang sesuai, dan gaya hidup sehat. Suplemen dapat menjadi pelengkap, bukan jalan pintas untuk mendapatkan kulit sehat. (WH)

Sumber :

  1. Januszewski, J., Forma, A., Zembala, J., Flieger, M., Tyczyńska, M., Dring, J. C., Dudek, I., Świątek, K., & Baj, J. (2024). Nutritional supplements for skin health—A review of what should be chosen and why. Medicina, 60(1), 68. https://doi.org/10.3390/medicina60010068 DOI
  2. Ng, Q. X., De Deyn, M. L. Z. Q., Loke, W., Foo, N. X., Chan, H. W., & Yeo, W. S. (2021). Effects of astaxanthin supplementation on skin health: A systematic review of clinical studies. Journal of Dietary Supplements, 18(2), 169–182. https://doi.org/10.1080/19390211.2020.1739187 PubMed
  3. Pullar, J. M., Carr, A. C., & Vissers, M. C. M. (2017). The roles of vitamin C in skin health. Nutrients, 9(8), 866. https://doi.org/10.3390/nu9080866 PubMed Central (PMC)
  4. Pu, S.-Y., Huang, Y.-L., Pu, C.-M., Kang, Y.-N., Hoang, K. D., Chen, K.-H., & Chen, C. (2023). Effects of oral collagen for skin anti-aging: A systematic review and meta-analysis. Nutrients, 15(9), 2080. https://doi.org/10.3390/nu15092080 PubMed
  5. Sarkar, R., Yadav, V., Yadav, T., Janaani, P., & Mandal, I. (2025). Glutathione as a skin-lightening agent and in melasma: A systematic review. International Journal of Dermatology, 64(6), 992–1004. https://doi.org/10.1111/ijd.17535 PubMed
  6. Sun, Q., Wu, J., Qian, G., & Cheng, H. (2022). Effectiveness of dietary supplement for skin moisturizing in healthy adults: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Frontiers in Nutrition, 9, 895192. https://doi.org/10.3389/fnut.2022.895192 Frontiers
  7. Thiele, J. J., & Ekanayake-Mudiyanselage, S. (2007). Vitamin E in human skin: Organ-specific physiology and considerations for its use in dermatology. Molecular Aspects of Medicine, 28(5–6), 646–667. https://doi.org/10.1016/j.mam.2007.06.001 PubMed
  8. Zhou, X., Cao, Q., Orfila, C., Zhao, J., & Zhang, L. (2021). Systematic review and meta-analysis on the effects of astaxanthin on human skin ageing. Nutrients, 13(9), 2917. https://doi.org/10.3390/nu13092917 PubMed
  9. Dilokthornsakul, W., Dhippayom, T., & Dilokthornsakul, P. (2019). The clinical effect of glutathione on skin color and other related skin conditions: A systematic review. Journal of Cosmetic Dermatology, 18(3), 728–737. https://doi.org/10.1111/jocd.1291
Sarana