Seiring dengan cepatnya perkembangan globalisasi dan penerapan pasar bebas, hambatan tarif atau bea masuk menjadi sangat kecil, sedangkan hambatan non tarif berupa peraturan maupun persyaratan teknis juga sudah diselaraskan melalui harmonisasi standar dan konformitas, mengakibatkan peningkatan peredaran jumlah dan jenis produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan.
Kondisi demografis Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari ribuan pulau, terletak di perbatasan 4 (empat) negara asing yaitu Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Singapore dan penetapan sebagai wilayah Free Trade Zone (FTZ) untuk 3 (tiga) Kabupaten/Kota Batam, Bintan dan Karimun juga memberi dampak yang sangat signifikan terhadap permasalahan di bidang pengawasan obat dan makanan.
Sehubungan dengan hal tersebut pada hari Jumat 10 Oktober 2014,Biro Kerjasama Luar Negeri Badan POM RI bekerjasama dengan Balai POM di Batam melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa lintas sektor terkait tentang implementasi peraturan di bidang pengawasan obat dan makanan di daerah perbatasan. Kegiatan ini diadakan di ruang rapat Balai POM di Batam dihadiri oleh Kepala Biro Kerjasam Luar Negeri, Kepala Balai Balai POM di Batam, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas I Batam, Kepala Badan Karantina Pertanian Batam, wakil dari Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan Kantor Pengawasan Utama Bea dan Cukai Batam serta Kepala Balai Besar POM di Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali permasalahan di lapangan terkait dengan implementasi peraturan khususnya peraturan di bidang obat dan makanan dan diharapkan pertemuan ini menghasilkan/merumuskan rekomendasi untuk peningkatan pengawasan obat dan makanan di perbatasan
Diskusi yang berlangsung sangat interaktif ini telah berhasil merumuskan beberapa rekomendasi yang harus ditindaklanjuti lebih lanjut dalam rangka optimalisasi pengawasan obat dan makanan di daerah perbatasan Provinsi Kepri pada umumnya dan di Batam pada khususnya sehingga perlindungan masyarakat dari obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan yang berisiko terhadap kesehatan akan lebih maksimal.
Balai POM di Batam