Jumat (30/12/2022), bertempat di Kantor Balai Pengawas Obat dan Makanan di Batam, Kel Sambau, Kec. Nongsa, Balai POM di Batam menggelar Press Conference Hasil Pengawasan Obat dan Makanan tahun 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam yang di wakili oleh Kasub Koordinator Farmasi dan Alat Kesehatan serta awak media di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Balai POM di Batam, Lintang Purba Jaya dalam rilisnya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan anggaran pemerintah juga sebagai sumber informasi terkait hasil pengawasan obat dan makanan.
Sepanjang tahun 2022 telah dilakukan pengawasan terhadap 76 Sarana Produksi Pangan (MD dan IRTP), 4 Sarana Produksi Kosmetik, 540 sarana distribusi OMKA, 343 Sarana Distribusi obat dan Pelayanan Kefarmasian juga dilakukan pengawasan terhadap 1.032 iklan dan 1.468 label/penandaan produk Obat dan Makanan serta rokok yang beredar di wilayah Prov. Kepulauan Riau.
BPOM di Batam juga melakukan sampling terhadap 1.468 produk dan dilanjutkan dengan pengujian sesuai dengan Parameter Uji Kritis.
Hasil Penyidikan Balai POM di Batam ada 5 perkara di bidang Obat dan Makanan tahun 2022 yang ditindaklanjuti secara pro-justitia dengan total nilai keekonomian sebesar Rp. 486.249.500 (empat ratus delapan puluh enam juta dua ratus empat puluh Sembilan ribu lima ratus rupiah).
Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan dilakukan baik secara luring maupun daring dengan melibatkan 2238 orang masyarakat Kepulauan Riau melalui KIE Obat dan Makanan, serta dijalankannya Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan dengan membentuk 6 Desa Pangan Aman di Kota Batam, 13 Sekolah Dengan PJAS Aman dan 1 Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Kota Batam.
Pada kegiatan tersebut juga disampaikan hasil pemetaan produk pangan mengandung bahan berbahaya di Kota Batam, dimana Balai POM di Batam melakukan sampling dan pengujian terhadap 197 produk yang tersebar di 22 Pasar di Kota Batam, dan ditemukan 84 sampel tidak memenuhi syarat dengan rincian 67 sampel positif mengandung boraks, 16 sampel positif formalin dan 1 sampel positif mengandung rhodamine B.
Sebagai tindak lanjut hasil pengawasan tahun 2022, maka pada tahun 2023 Balai POM di Batam akan menitikberatkan pada pengawasan keamanan pangan dan penjualan online.
Balai POM di Batam berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari peredaran Obat dan Makanan yang tidak memenuhi keamanan, mutu dan khasiat melalui kerjasama dengan lintas sektor terpadu, pemangku kepentingan dan masyarakat di Prov. Kepulauan Riau
Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati sebelum membeli dan mengkonsumsi Obat dan Makanan dengan selalu melakukan CeK KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa). Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di nomor HP 0823 9220 1231, atau melalui email bpom_batam@pom.go.id, media sosial Facebook Balai POM di Batam, Instagram @bpom.batam, twiter @bpom_batam, serta Halo BPOM di 1500533.