Intensifikasi Pengawasan Pangan Terpadu di Kabupaten Natuna

21-07-2014 Batam Dilihat 2365 kali

Kabupaten Natuna merupakan Kabupaten terjauh dari 7 Kab/Kota wilayah kerja Balai POM di Batam. Pengawasan bersama dengan lintas sektor sudah rutin dilaksanakan secara terpadu baik dengan Dinas Kesehatan maupun lintas sektor lainnya.  

Mengantisipasi peredaran produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan kesehatan di bulan Ramadhan (illegal, kedaluwarsa, mengandung bahan berbahaya dan atau rusak), Balai POM di Batam bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna  melaksanakan pengawasan terpadu terhadap 6 (enam) sarana distribusi pangan pada tanggal 16-18  Juli 2014 dengan jumlah total temuan sebanyak 17 item 425 kemasan pangan illegal  (produksi Malaysia Thailland dan Singapore). Di salah satu sarana juga ditemukan 2 item 559 kemasan Obat Tradisional illegal serta 4 item 3250 tablet obat keras daftar G antara lain Dumosiklin,Dexamethason dan Antalgin tanpa hak dan kewenangan.

Sesuai informasi pemilik sarana produk tersebuat  bersumber dari Kota Pontianak Kalimantan Barat karena secara demografis jarak Kabupaten Natuna sangat dekat dari Pontianak. Temuan tersebut ditindaklanjuti dengan pemusnahan produk oleh pemilik sarana dilengkapi berita Acara dan Surat Pernyataan tidak akan mengulang kembali. Tim terpadu ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai POM Di Batam Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna dr. M. Syamsul Rizal didampingi Kepala Bidang Peningkatan Sumber Daya Kesehatan, Faisal Hasibuan SE dan Kepala Seksi Pemdik Serlik Mardianto S.Farm.,Apt.

Pada sore hari  dilakukan pengawasan jajan buka puasa (takjil) di salah satu sentra penjualan takjil terramai di Kabupaten Natuna. Pengujian dilakukan terhadap 4 (empat) bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan yaitu Formalin, Borax, Rhodamin B dan  Methanyl yellow. Dari hasil pengujian 16 (enam belas) sampel terdiri dari es campur, es cendol,krupuk, bakso, mie goreng, tahu goreng dan kue–kue semua  menunjukkan hasil negatip terhadap 4 bahan berbahaya tersebut. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian informasi kepada masyarakat terkait keamanan pangan.

 

 

Balai POM Di Batam

Sarana