Asupan nutrisi yang sehat dan bergizi seimbang merupakan fondasi utama dalam mendukung masa tumbuh kembang anak. Namun, pada kenyataannya, banyak orang tua mendapati anak mereka tetap mengalami kendala tumbuh kembang seperti berat dan tinggi badan yang tidak sesuai grafik pertumbuhan meskipun telah diberikan makanan yang kaya nutrisi. Fenomena ini sering kali dipicu oleh proses penyerapan (absorpsi) nutrisi di dalam saluran cerna yang tidak berjalan secara optimal.
Saluran pencernaan anak tidak hanya berfungsi memproses makanan, tetapi juga menjadi tempat bagi triliunan mikroorganisme (mikrobioma usus) yang berperan langsung terhadap penyerapan zat gizi dan pemeliharaan daya tahan tubuh. Untuk mengatasi permasalahan efisiensi pencernaan ini, penggunaan suplementasi sinbiotik kini menjadi salah satu intervensi kesehatan yang mendapatkan perhatian luas dalam dunia medis dan kefarmasian.
Fungsi sistem pencernaan telah bergeser dari sekedar organ pengelolah nutrisi, melainkan sebagai “otak kedua” (the second brain) sekaligus benteng pertahanan utama tubuh. Sel kekebalan tubuh manusia sekitar 70 – 80 persen berlokasi serta aktif berinteraksi pada mukosa usus. Kondisi ini usus memegang peranan yang sangat krusial dalam kesimbangan ekosistem mikroflora (mikrobioma) terhadap penyerapan gizi, pertumbuhan fisik, hingga kesehatan kognitif dan emosional anak.
Sinbiotik merupakan kombinasi terformulasi antara probiotik (bakteri baik yang menguntungkan tubuh) dan prebiotik (serat atau makanan khusus yang mendukung pertumbuhan bakteri baik tersebut).
Kombinasi ini bekerja secara saling mendukung (sinergis) untuk memperbaiki keseimbangan mikroflora di dalam usus. Pencernaan yang sehat dan kaya akan bakteri baik akan meningkatkan luas permukaan serta efektivitas membran usus dalam menyerap mikronutrien maupun makronutrien penting dari makanan harian anak.
Telah dibuktikan melalui studi ilmiah penggunaan sinbiotik dalam mendukung tumbuh kembang anak. Berdasarkan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari berbagai uji klinis acak terkontrol (Randomized Controlled Trials) yang dilakukan oleh Paiandeh et al. (2024), pemberian suplementasi probiotik, prebiotik, dan sinbiotik terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan ukuran antropometri (seperti berat badan dan tinggi badan) pada anak-anak yang mengalami masalah gizi buruk atau malnutrisi (Paiandeh et al., 2024). Pemberian suplementasi probiotik, prebiotik, dan sinbiotik terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan ukuran antropometri, seperti berat badan dan tinggi badan, pada anak-anak yang mengalami masalah gizi buruk atau malnutrisi. Selain itu, penelitian klinis lain oleh Otiti et al. (2022) dalam PROSYNK Trial meneliti penggunaan probiotik dan sinbiotik secara khusus untuk meningkatkan kesehatan usus dan pertumbuhan bayi di Kenya Barat. Studi ini menegaskan bahwa intervensi sinbiotik berpotensi besar merestorasi ekosistem mikroflora usus yang terganggu, meminimalkan peradangan usus (gut inflammation), serta memaksimalkan efisiensi penyerapan gizi sehingga mendukung pertumbuhan fisik bayi secara optimal sejak dini
Untuk mencukupi kebutuhan sinbiotik anak selain dari suplemen atau formula pertumbuhan terfortifikasi, orang tua dapat memanfaatkan sumber pangan alami dengan menyajikan kombinasi asupan probiotik dan prebiotik secara harian. Anak disarankan mengonsumsi pangan hasil fermentasi yang kaya akan bakteri baik seperti tempe, yogurt, dan kefir sebagai sumber probiotik alami, yang dipadukan dengan pemenuhan serat prebiotik alami melalui buah pisang, apel, buah beri, bawang putih, bawang bombay, oat, biji chia (chia seeds), serta kacang polong. Agar dapat memanfaatkan efek sinbiotik yang bekerja secara sinergis di dalam saluran pencernaan, orang tua dapat menerapkan contoh penyajian menu harian di rumah, seperti menu sarapan berupa perpaduan yogurt tawar (probiotik) yang disajikan bersama potongan pisang atau buah beri (prebiotik) serta ditaburi oat atau chia seeds (prebiotik), serta menu masakan rumahan berupa perpaduan tempe (probiotik) yang disajikan bersama sup tumis sayuran yang diolah menggunakan bumbu bawang putih (prebiotik).
Tumbuh kembang anak yang optimal tidak hanya ditentukan oleh seberapa mahal atau bergizinya makanan yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan saluran cerna anak dalam menyerap nutrisi tersebut. Penggunaan suplementasi sinbiotik terbukti secara ilmiah mampu membantu memelihara keseimbangan komposisi mikrobiota usus, meningkatkan penyerapan zat besi, memperkuat ketahanan dinding usus, serta menekan risiko infeksi. Makanan utama bergizi tetap menjadi sumber nutrisi utama. Suplemen berfungsi mendampingi dan mengoptimalkan penyerapan serta memelihara kesehatan pencernaan, bukan menggantikan makanan utama. (LM)
Daftar Pustaka
1. Otiti, M. I., Kariuki, S., Wang, D., Hall, L. J., Ter Kuile, F. O., & Allen, S. (2022). PRObiotics and SYNbiotics to improve gut health and growth in infants in western Kenya (PROSYNK Trial): Study protocol for a 4-arm, open-label, randomised, controlled trial. Trials, 23(1), 284. https://doi.org/10.1186/s13063-022-06211-1
2. Paiandeh, M., Maghalian, M., Mohammad-Alizadeh-Charandabi, S., & Mirghafourvand, M. (2024). The effect of probiotic, prebiotic and synbiotic supplements on anthropometric measures and respiratory infections in malnourished children: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. BMC Pediatrics, 24(1), 702. https://doi.org/10.1186/s12887-024-05179-y
3. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (PerBPOM) Nomor 32 Tahun 2022 Tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan. Jakarta: BPOM RI.