Batam – Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Batam melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Pengawasan Obat dan Makanan di wilayah kerja Balai POM di Batam yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) di Aula Kantor Balai POM di Batam, Selasa (13/10/2025).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai isu dan langkah penguatan pengawasan khususnya di wilayah Kepulauan Riau guna memastikan masyarakat terlindungi dari peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan.
Salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut adalah mekanisme pengujian terhadap obat dan makanan melalui sistem Regionalisasi Laboratorium. Optimalisasi sarana pengujian, efisiensi penggunaan reagen, serta peningkatan kolaborasi laboratorium antar-UPT menjadi langkah penting untuk mendukung percepatan pengujian sampel dengan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, diskusi menekankan pentingnya pengawasan yang adaptif dan berbasis risiko. Karakteristik geografis Kepulauan Riau memerlukan strategi pengawasan yang mampu menjangkau jalur-jalur rawan peredaran produk ilegal maupun produk yang tidak memenuhi ketentuan. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pengawasan juga perlu diperkuat melalui patroli siber terhadap perdagangan obat dan makanan di berbagai platform digital guna mengantisipasi peredaran produk yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah dukungan terhadap Program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG). Keamanan pangan menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini, pengujian sampel pangan serta edukasi mengenai higiene dan sanitasi perlu terus diperkuat untuk mendukung penyediaan pangan yang aman bagi ribuan penerima manfaat di wilayah Kepulauan Riau.
Penguatan pengawasan tentu membutuhkan sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara BPOM, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan akademisi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat upaya pencegahan pelanggaran.
Melalui diskusi ini, diharapkan pengawasan obat dan makanan di wilayah Kepulauan Riau semakin efektif dan berdampak nyata terhadap kesehatan masyarakat di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.