Setiap orang tua tentu ingin melihat anaknya tumbuh sehat, aktif, dan memiliki berat badan yang sesuai dengan tahapan pertumbuhannya. Ketika anak sulit makan atau berat badannya sulit bertambah, berbagai produk suplemen kesehatan yang menawarkan klaim “menambah nafsu makan” atau “membuat anak cepat gemuk” terlihat sebagai solusi yang menarik. Namun, pernahkah terpikir: apakah berat badan yang naik dengan cepat dapat diartikan bahwa anak semakin sehat?
Jawabannya, belum tentu.
Masyarakat perlu mewaspadai produk yang menawarkan hasil instan, terutama jika komposisi dan keamanannya tidak jelas. Hasil pengawasan BPOM pada November hingga Desember 2025 menunjukkan masih ditemukannya produk Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan ilegal yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) seperti siproheptadin dan deksametason.
Siproheptadin merupakan obat antihistamin yang memiliki indikasi medis tertentu dan dapat meningkatkan nafsu makan. Efek tersebut membuatnya berpotensi disalahgunakan untuk meningkatkan berat badan. Padahal, penggunaannya di luar indikasi dan tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat menimbulkan berbagai risiko, sehingga tidak seharusnya digunakan sebagai cara instan untuk membuat anak cepat gemuk.
Perlu dipahami bahwa steroid tidak selalu berarti berbahaya. Beberapa jenis steroid, termasuk deksametason, merupakan obat yang memiliki manfaat medis dan digunakan untuk kondisi tertentu berdasarkan indikasi dokter.
Penggunaan deksametason tanpa pengawasan medis, terlebih dalam jangka waktu yang tidak tepat, dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Deksametason dapat meningkatkan nafsu makan dan mendorong akumulasi lemak. Sementara itu, penyalahgunaan deksametason dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis, gangguan pertumbuhan, gangguan hormon, penurunan imunitas, gangguan mental, serta kerusakan hati dan ginjal.
Oleh karena itu, perubahan berat badan yang terjadi secara cepat setelah mengonsumsi Suplemen Kesehatan tidak boleh langsung dianggap sebagai tanda bahwa produk tersebut bekerja dengan baik. Anak yang terlihat lebih berisi belum tentu berarti kebutuhan gizinya telah terpenuhi sesuai dengan tahapan usia anak.
Asupan makanan bergizi merupakan salah satu fondasi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, upaya mendukung pertumbuhan anak sebaiknya tidak berorientasi pada hasil yang serba cepat, tetapi pada pemenuhan kebutuhan gizi dan pola hidup sehat secara berkelanjutan.
Suplemen kesehatan pada dasarnya berfungsi melengkapi kebutuhan, bukan menggantikan makanan bergizi. Penggunaannya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anak. Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai nafsu makan, berat badan, atau pertumbuhan anak dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Di tengah banyaknya produk yang beredar, orang tua perlu lebih kritis sebelum memberikan suatu produk kepada anak. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan Cek KLIK: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, informasi pada label jelas, nomor izin edar dapat diverifikasi melalui scan barcode di aplikasi BPOM Mobile maupun website cekbpom.pom.go.id, serta produk belum melewati masa kedaluwarsa.
BPOM terus melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar untuk melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi ketentuan. Namun, peran aktif masyarakat dalam memilih dan menggunakan produk secara bijak perlu ditingkatkan.
Orang tua perlu waspada apabila berat badan atau kondisi tubuh anak berubah secara cepat dan tidak wajar setelah mengonsumsi suatu produk. Jangan langsung menganggap perubahan tersebut sebagai tanda produk aman atau berhasil. Periksa apa yang dikonsumsi anak dan pastikan produk memiliki legalitas yang jelas.
Pada akhirnya, tumbuh sehat bukan tentang seberapa cepat berat badan anak bertambah, tetapi tentang bagaimana kebutuhan gizi dan tumbuh kembangnya terpenuhi secara tepat. (FS)
Referensi:
1. Haryanto, Z.D., Hertati, R., Wahyanto, I.T. and Rasyid, R. (2026). Penyalahgunaan Kombinasi Deksametason-Siproheptadin HCL sebagai Produk Peningkat Berat Badan dan Upaya Penegakan Hukumnya di Indonesia. Eruditio: Indonesia Journal of Food and Drug Safety
2. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2026). BPOM temukan 41 obat berbahan alam mengandung bahan kimia obat di penghujung tahun 2025. Siaran Pers Nomor HM.01.1.02.26.10